MENJAGA HATI DARI MAKSIAT


Jagalah hati jangan kau maksiati

قال الشيخ الحبيب عبدالله بن علوى الحداد قدس الله سره فى كتابه رسالةأداب سلوك المريد

ولتعلم ايها المريد ان للقلب معاصي هي افخش واقبح واخبث من معاصي الجوارح ولايصلح القلب لنزول معرفة الله ومحبته

Perlu diketahu bahwa hati dapat berbuat berbagai maksiat, bahkan perbuatan maksianya lebih besar dampak negatifnya dari pada maksiat yg dilakukak oleh anggota badan. Oleh karena itu, hati yg tidak bersih, maka tidak mungkin hati itu akan menerima pengetahuan dan kecintaan dari Allah SWT, kecuali setelah pemiliknya dapat membersihkan hatinya dari berbagai sifat buruk.

Diantara sifat-sifat buruk yg terdapat dalam lubuk hati seorang adalah sombong, riya', dan hasud

فالكبر يدل من صاحبه على غاية الحماقة، ونهاية الجهالة والغبارة، وكيف يليق التكبر ممن يعلم انه مخلوق من نطفة مذرة، وعلى القرب يصيرجيفة قذرة، وان كان عنده شئ من الفضائل والمحاسن فذلك من فضل الله وصنعته، ليس له فيه قدرة ولافى تحصيله حول ولاقوة، او لايخشيى اذا تكبرعلى عبادالله بما آتاه الله من فضله ان يسلبه مااعطاه بسوء ادبه ومنازعته لربه فى وصفه، لأن الكبر من صفات الله الجبار المتكبر.

Perasaan sombong menunjukkan bahwa pemilik hati tersebut sangat bodoh, mengapa ia harus menyombongkan dirinya, padahal ia terbuat dari sperma yg hina, kemudian kelak akan menjadi bangkai yg menjijikkan, meskipun ia mempunyai berbagai keutamaan dan kebajikan.

Perlu diketahui bahwa keutamaan dan kebajikan yg dimiliki oleh seorng hanya karena kehendak Allah SWT semata, apakah ia tidak takut kalau kesombongan yg bersemayam di dlam lubuk hatinya akan menyebabkan dicabutnya segala karunia Allah SWT dan ia disiksa dengan siksaan yg amat pedih? Padahal sifat membanggakan diri hanya pantas bagi Allah SWT semata.

واماالرياء فيدل على خلو قلب المرائي من عظمة الله واجلاله، لانه يتصنع ويتزين للمخلوقين ولايقنع بعلم الله رب العالمين. ومن عمل الصالحات وأحب ان يعرفه الناس بذلك ليعظموه ويصطنعوا اليه المعروف فهو مراء جاهل راغب فى الدنيا، لان الزاهد من لواقبل الناس عليه بالتعظيم وبذل الاموال لكان يعرض عن ذلك ويكرهه، وهذا يطلب الدنيا بعمل الاخرة فمن أجهل منه، واذالم يقدر على الزهد فى الدنيا فينبغى له ان يطلب الدنيا من المالك لها وهو الله فان قلوب الخلائق بيده يقبل بهاعلى من اقبل عليه ويسخرها له فيما يشاء

Adapun perasaan riya adalah mununjukkan bahwa pemiliknya tidak mempunyai rasa apapun untuk mengagungkan dam menghormati Allah SWT, karena ia selalu berbuat kebajikan karena manusia bukan karena Allah SWT. Dan hal itu tidak akan diterima oleh Allah SWT sedikitpun.

Barangsiapa yg berbuat kebajikan dan ia ingun diketahui orng banyak agar ia dimuliakan, makan ia adalah seorang yg berbuat riys. Ia hanya mengharap kesenangan di dunia saja, karena seorng yg benar-benar ikhlas karena Allah SWT semata, maka ia tidak ingin amal kebajikannya diketahui orng.

Sebaliknya, berbeda dengan yg suka berbuat riya, maka ia berharap mendapatkan keuntungan duniawi dengan amalan akhirat, adakah orng yg lebih bodoh dari orng itu? Kalau ia tidak dapat hidup sederhana atau hidup zuhud terhadap dunia, maka hendaknya ia minta belas kasih Allah SWT, karena hati setiap orng hanya berada di tangan Allah SWT. Dua akan menerima hati orng yg ikhlas dan Dia pula akan memberinya kemudahan sekehendak-Nya.

واماالحسد فهومعاداة لله ظاهرة، ومنازعةله فى ملكه بينة لانه سبحانه اذاانعم على بعض عباده بنعمة فلا شك انه مريد لذلك ومختارله اذلامكره له تعالى، فاذا اراد العبد خلاف مااراد مولاه فقد اساء الأدب، واستوجب العطب. ثم ان الحسد قديكون على أمورالدنيا كالجاه والمال، وهي أصغرمن أن يحسد عليها بل ينبغى لك أن ترحم من ابتلى بها وتحمدالله الذي عافاك منها، وقديكون على أمورالاخرة كالعلم والصلاح

Adapun perasaan hasud adalah perasaan yg sangat dibenci oleh Allah SWT, karena jika Allah SWT memberi suatu karunia kepada seseorang, maka tidak seorangpun boleh merasa hasud keoada orng itu, karena jika ada orng yg hasud kepada seorng yg duberi karunia oleh Allah SWT berarti dia tidak rela dan kurang ajar terhadap kehendak Allah SWT.

Sekain itu, perasaan hasud hanya terbatas pada masalah masalah duniawi seperti kedudukan dan harta. Padahal sebagai seorng yg akalnya waras, hendaknya ia bersyukur kepada Allah SWT ketika ia tidak diberi harta atau kedudukan oleh Allah SWT, sehingga dapat berkonsentrasi pada kehidupan akhiratnya.

والله اعلم بالصواب

اللهم ارنا الحق حقا وارزقنا اتباعه

وارنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه.

بشفاعة رسول الله صلى الله عليه وسلم آمين يامجيب السآئلين الفاتحة

0 Komentar

Posting Komentar